Minggu, 28 April 2013

Kasus Pencurian Pratima Di Bali.

Saya merasa heran, kenapa saat ini sangat banyak bermunculan kasus pencurian Pratima di Bali? Kenapa Pratima yang sangat disucikan bisa sampai dicuri oleh tangan-tangan jahil? Apakah pelaku pencurian tersebut, orang Bali atau luar Bali? Sepertinya mereka tidak percaya lagi pada dosa dan hukum Karmaphala. Demi mendapatkan uang dari kolektor benda-benda antik, mereka rela melakukan pencurian. Semakin lama, mungkin Bali akan hancur oleh prilaku orang-orang yang tak takut pada dosa.

Maraknya pencurian Pratima dan benda sakral lainnya kembali mengindikasikan bahwa pencuri sungguh tidak mengenal prikemanusiaan dimana tempat suci Barong, Rangda, dan Pratima lainnya dieksekusi. Ini sebagai tantangan bukan bagi polisi saja, akan tetapi masyarakat Bali harus menyadari bahwa pencurian benda-benda sakral ini sebagai suatu penghinaan terhadap tempat suci umat Hindu. Kalau pencurinya ternyata orang Bali, hukumannya diharapkan agar orang tersebut dilarang tinggal di Bali dan dihukum dengan berat atau dihukum selamanya.

Jika demikian, masyarakat dituntut proaktif terkait meningkatnya kriminalitas dan pencurian Pratima yang makin marak. Apakah pencurian Pratima disebabkan karena letak pura jauh dari hunian masyarakat? Kita tak bisa sepenuhnya menyerahkan keamanan kepada aparat kepolisian. Kita harus proaktif menciptakan keamanan 24 jam. Teknologi CCTV dan Alarm perlu juga dipasang di pura. Masyarakat agar sensitif dan segera bertindak agar keamanan tercipta. Dan juga program Makemit harus selalu diaktifkan.

Pura di Gianyar yang telah disatroni maling yakni pura Air Jeruk, pura Dalem Rangkan, pura Segara Rangkan, dan pura Puseh Cau. Sedangkan pura di Tabanan yang disatroni maling yakni pura Dalem Gendang, Banjar Beng Tengah, Tunjuk, Tabanan.

1 komentar:

  1. prihatin,jelas. membicarakan simbol ynag satu ini tak akan pernah ada habis dan matinya. lelah juga menyalahkan "pihak luar". yang dibutuhkan saat ini adalah kesadaran internal. pariwisata sudah menjadi candu, segala ritual termasuk pratima menjadi tontonan. kalau ada yg kepincut dengan bentuk pratima, apakah salah ?

    BalasHapus

salam